Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melepas kepulangan 393 jemaah haji Kloter UPG 10 asal Kabupaten Wajo di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (7/6/2026). Rombongan ini tercatat pulang utuh tanpa ada jemaah wafat.

Kepulangan Kloter UPG 10 menjadi salah satu pencatatan positif dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menhaj Irfan Yusuf secara khusus memberikan apresiasi atas ketahanan fisik dan kedisiplinan jemaah asal Sulawesi Selatan tersebut. Di tengah tantangan cuaca dan padatnya rukun haji yang kerap memicu kelelahan serta angka kesakitan tinggi, seluruh jemaah kloter ini mampu menjaga kondisi kesehatannya.

“Saya mengapresiasi jemaah UPG 10. Semuanya tertib, tidak ada yang sakit dan tidak ada yang wafat. Ini capaian yang bagus untuk kloter ini,” tegas Irfan Yusuf saat melepas rombongan di terminal keberangkatan Bandara Jeddah, dikutip dari rilis resmi Kementerian Haji dan Umrah.

Keberhasilan menjaga keutuhan anggota kloter dari awal keberangkatan hingga pemulangan dinilai bukan hal instan. Menhaj memandang pencapaian ini sebagai hasil kolaborasi antara kepatuhan jemaah terhadap prosedur kesehatan (prokes) dan respons cepat petugas kloter di lapangan, terutama saat melewati fase kritis di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Secara akumulatif, tren pemulangan jemaah haji Indonesia secara nasional menunjukkan progres yang stabil. Menurut data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) hingga akhir pekan pertama Juni 2026, proses repatriasi telah menyentuh lebih dari seperlima total kuota jemaah reguler.

“Laporan dari teman-teman bandara, sudah 108 kloter dengan sekitar 42.000 jemaah atau 20,9 persen dari seluruh jemaah haji kita. Semuanya lancar, semuanya baik-baik saja,” ungkap Irfan memberikan pembaruan data operasional.

Meski arus pemulangan berjalan kondusif, Menhaj mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh jajaran petugas haji yang masih berada di Arab Saudi. Ia menyoroti potensi penurunan kewaspadaan akibat kelelahan pasca-puncak haji. Euforia pemulangan diinstruksikan tidak boleh mengendurkan standar pelayanan, pendampingan lansia, maupun kesiapsiagaan medis.

“Saya kira petugas, walaupun puncak haji sudah terlewati, saya harapkan tetap seperti awal. Tetap melanjutkan pekerjaan sampai kepulangan jemaah haji terakhir ke Tanah Air,” pesan Menhaj kepada seluruh tenaga operasional dan kesehatan di lapangan.

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, sebelum konsentrasi kepulangan bergeser penuh ke jemaah gelombang kedua melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Kementerian Haji dan Umrah dipastikan akan terus mempertahankan ritme evaluasi harian demi menjamin ratusan ribu jemaah tersisa tiba di Tanah Air dengan selamat.