Makassar — Pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 M melalui Debarkasi Makassar resmi dimulai pada 1 Juni 2026. Sebanyak 43 kelompok terbang (kloter) dari berbagai provinsi di Indonesia Timur dijadwalkan tiba bertahap hingga 1 Juli 2026.
Debarkasi Makassar menjadi salah satu pintu utama kepulangan jemaah haji Indonesia setelah seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina selesai dilaksanakan. Berdasarkan jadwal resmi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar yang beredar dan telah dikonfirmasi sejumlah media lokal, kloter pertama berasal dari Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar dengan total 387 jemaah. Mereka dijadwalkan berangkat dari Jeddah pada 1 Juni pukul 03.30 waktu Arab Saudi dan tiba di Makassar pada malam hari pukul 22.30 WITA.
Data jadwal pemulangan menunjukkan gelombang pertama berlangsung pada 1–16 Juni 2026. Sejumlah daerah yang masuk dalam fase awal kepulangan antara lain Sidrap, Bone, Wajo, Gowa, Pinrang, Maros, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Takalar, Sinjai, Tana Toraja, hingga Enrekang. Sementara gelombang kedua dijadwalkan berlangsung mulai 17 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan jemaah berasal dari Papua, Papua Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Bulukumba, Bantaeng, Parepare, Toraja Utara, dan sejumlah daerah lainnya.
Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan pihaknya telah mematangkan seluruh proses penerimaan jemaah yang kembali dari Tanah Suci. “Kloter pertama dijadwalkan mendarat pada 1 Juni 2026. Seluruh proses penyambutan, pemeriksaan, dan pemulangan ke daerah asal telah dipersiapkan,” kata Ikbal sebagaimana dikutip sejumlah laporan media di Makassar.
Menurut data Debarkasi Makassar, total 43 kloter akan dilayani selama masa operasional pemulangan. Jemaah yang kembali melalui embarkasi ini berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Untuk mengantisipasi kepadatan saat penjemputan, Asrama Haji Sudiang Makassar juga menerapkan sistem pengamanan dan pengaturan arus keluarga penjemput di area debarkasi.
Secara nasional, fase pemulangan jemaah haji Indonesia memang dimulai pada 1 Juni 2026. Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M yang dirilis Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), pemulangan gelombang pertama berlangsung pada 1–15 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung hingga akhir Juni dan awal Juli. Pemerintah menetapkan 1 Juli 2026 sebagai akhir operasional pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.
Dengan dimulainya fase kepulangan ini, perhatian pemerintah dan petugas haji kini berfokus pada kelancaran proses debarkasi serta kondisi kesehatan jemaah setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kementerian Agama bersama PPIH daerah juga mengimbau keluarga untuk mengikuti aturan penjemputan yang telah ditetapkan guna menghindari penumpukan di area asrama haji dan bandara.