Proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Arab Saudi terus mendapat pengawalan ketat dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia. Mengedepankan kelancaran proses kepulangan, otoritas haji memberikan peringatan keras terkait regulasi barang bawaan yang kerap dilanggar, terutama larangan mutlak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin penerbangan. Jemaah tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan jatah lima liter air zamzam per orang yang akan dibagikan langsung di asrama debarkasi masing-masing sesampainya di Indonesia. Untuk batasan barang, pihak kementerian menetapkan aturan baku di mana setiap jemaah hanya berhak membawa satu tas paspor, satu koper kabin berbobot maksimal tujuh kilogram, serta satu koper bagasi dengan batas berat tiga puluh dua kilogram. “Kami masih menemukan jemaah membawa barang melebihi ketentuan. Kepatuhan ini penting agar proses pemeriksaan, boarding, dan penerbangan berjalan lancar,” tegasnya.

Di samping pengawasan bagasi, Kemenhaj juga tengah menangani dinamika di lapangan berupa penundaan sejumlah jadwal penerbangan pada hari kedua masa kepulangan. Keterlambatan ini terjadi di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, yang memengaruhi pergerakan pesawat tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan SV5164 dan SV5172, serta pesawat tujuan Surabaya yang meliputi penerbangan SV5160, SV5162, dan SV5166. “Berdasarkan pemberitahuan Hajj Terminal Management, keterlambatan terjadi karena kepadatan operasional bandara. Pada periode ini, jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan,” jelas Ichsan. Menghadapi situasi tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat mengamankan hak jemaah dengan meminta pihak maskapai menyediakan layanan konsumsi bagi mereka yang terjebak waktu tunggu lebih dari enam jam. PPIH juga terus berkoordinasi secara intensif dengan maskapai, syarikah, naqabah, pengelola terminal, dan petugas Daerah Kerja Bandara. “Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak. Kami mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas di lapangan,” tuturnya.

Kendati diwarnai keterlambatan operasional, gelombang kedatangan jemaah di Tanah Air secara akumulatif terus bertambah. Berdasarkan catatan kementerian, sebanyak dua belas ribu lebih jemaah haji reguler beserta petugasnya telah bertolak menggunakan dua puluh delapan kelompok terbang. Angka keberangkatan ini tepatnya mencakup sebelas ribu delapan jemaah yang didampingi oleh seratus dua belas petugas. “Dari jumlah itu, 19 kloter telah tiba di Tanah Air dengan 7.512 jemaah dan 76 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia sebanyak 7.588 orang,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (3/6/2026). Rombongan tersebut juga disusul oleh pergerakan jemaah haji khusus yang kepulangannya sudah mencapai enam ribu dua jemaah bersama dua ratus delapan puluh enam petugas.

Sementara pemulangan berlangsung, Kemenhaj tidak melupakan jemaah yang masih menghabiskan waktu di Kota Makkah. Guna memfasilitasi kebutuhan ibadah umrah maupun salat di Masjidil Haram, layanan bus shalawat kini kembali dioperasikan dengan pengerahan empat ratus dua puluh satu armada yang mengitari dua puluh lima rute berbeda. Mengingat cuaca ekstrem yang masih menyelimuti wilayah tersebut, imbauan menjaga kesehatan terus disuarakan oleh kementerian. “Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Jemaah diimbau memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel,” kata Ichsan.

Sebagai langkah antisipasi terakhir, Kemenhaj meminta terbentuknya sistem pengawasan mandiri antarjemaah selama berada di Tanah Suci hingga perjalanan pulang. Seluruh perangkat kloter, dari ketua rombongan hingga ketua regu, beserta pihak keluarga diharapkan memberikan perlindungan ekstra kepada kelompok berisiko tinggi seperti penyandang disabilitas, perempuan, jemaah lanjut usia, dan mereka yang memiliki riwayat kesehatan khusus. “Mari menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Semoga Allah SWT menerima ibadah jemaah haji Indonesia dan menjadikan mereka haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tandas Ichsan.