MEKKAH – Pemerintah Arab Saudi resmi mulai menerbitkan visa umrah musim 1448 Hijriah pada Minggu (31/5/2026), hanya beberapa hari setelah berakhirnya rangkaian ibadah haji 1447 H. Kebijakan ini menandai dibukanya kembali akses umrah internasional bagi jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan penerbitan visa umrah musim 1448 H dimulai pada 14 Zulhijah 1447 H atau bertepatan dengan 31 Mei 2026. Jamaah sudah dapat memasuki Kota Makkah dan memperoleh izin pelaksanaan umrah melalui aplikasi Nusuk mulai 1 Juni 2026. Sementara itu, batas akhir penerbitan visa umrah ditetapkan pada 1 Syawal 1448 H atau 9 Maret 2027.

Dalam pengumuman resminya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan kalender musim umrah 1448 H disusun untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan bagi para tamu Allah. “Penerbitan visa umrah dan kedatangan jamaah ke Kerajaan akan dimulai pada 31 Mei 2026,” demikian keterangan kementerian yang dipublikasikan melalui laman resminya.

Selain menetapkan jadwal penerbitan visa, otoritas Saudi juga memperkuat penggunaan layanan digital melalui aplikasi Nusuk yang menjadi platform utama untuk pengurusan izin ibadah, pemesanan layanan, serta pengelolaan perjalanan jamaah. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji dan umrah yang sejalan dengan program Vision 2030 Arab Saudi.

Pembukaan musim umrah yang relatif cepat setelah penutupan haji menunjukkan upaya Arab Saudi menjaga kesinambungan layanan bagi jutaan umat Islam yang ingin beribadah ke Tanah Suci. Berdasarkan kalender resmi, batas akhir masuk jamaah umrah ke Arab Saudi ditetapkan pada 23 Maret 2027, sedangkan seluruh jamaah wajib meninggalkan wilayah Kerajaan paling lambat 7 April 2027.

Bagi Indonesia, pembukaan musim umrah ini menjadi momentum penting bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk kembali memasarkan paket keberangkatan pasca-haji. Indonesia selama ini menjadi salah satu negara pengirim jamaah umrah terbesar ke Arab Saudi, dengan jumlah jamaah mencapai jutaan orang setiap tahun sebelum pandemi dan terus menunjukkan tren pemulihan dalam beberapa musim terakhir.

Di sisi lain, otoritas Saudi terus menaruh perhatian pada aspek keselamatan dan kenyamanan jamaah. Sejumlah laporan internasional menyoroti tantangan cuaca ekstrem di kawasan Makkah dan Madinah yang berpotensi memengaruhi aktivitas ibadah. Karena itu, pemerintah Saudi memperluas fasilitas pendingin, jalur teduh, serta sistem pengelolaan kerumunan untuk mendukung pengalaman ibadah yang lebih aman.

Pembukaan visa umrah 1448 H diperkirakan akan meningkatkan kembali arus kedatangan jamaah internasional dalam beberapa bulan ke depan. Dengan dukungan layanan digital dan jadwal operasional yang lebih terstruktur, Arab Saudi menargetkan penyelenggaraan umrah yang semakin efisien sekaligus mampu menampung lebih banyak jamaah dari seluruh dunia.