Kemenhajri Rilis Jadwal Haji 2027 Lebih Awal, Antisipasi Krisis Tenda Mina
JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah resmi mempercepat jadwal operasional haji 1448 H/2027 M mulai Selasa (30/6), demi mengantisipasi kendala logistik dan kepadatan maktab di Mina yang sempat dikeluhkan jemaah pada musim haji lalu.
Langkah berani kementerian baru ini menandai babak baru pengelolaan ibadah haji Indonesia secara mandiri. Pengumuman lini masa yang dirilis tepat pada dimulainya fase pengisian preferensi akomodasi Makkah-Madinah per 30 Juni 2026 ini menekankan pentingnya kepastian kontrak linier dengan otoritas Arab Saudi untuk mengamankan hak jemaah.
Berdasarkan lini masa resmi kelembagaan, tahapan krusial seperti aktivasi transfer dana ke dompet elektronik Nusuk Masar serta penunjukan maskapai penerbangan akan dibuka per 15 Juli 2026. Batas akhir penunjukan maskapai dipatok pada 26 September 2026, dilanjutkan penandatanganan perjanjian pergerakan jemaah pada 8 November 2026. Seluruh proses pengikatan kontrak paket komprehensif melalui platform Nusuk Masar ditargetkan rampung sepenuhnya pada 23 Januari 2027.
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pengetatan tenggat waktu ini merupakan respons langsung terhadap dinamika realisasi fasilitas di lapangan. “Kami tidak ingin keterlambatan kontrak membuat jemaah kita mendapat lokasi maktab yang jauh atau tenda yang overkapasitas seperti musim lalu. Semua ruang negosiasi dengan syarikah Saudi harus beres sebelum Januari 2027,” ujar Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta.
Selain masalah logistik maktab, proses administrasi keimigrasian turut dimajukan demi menghindari penumpukan dokumen di menit-menit terakhir. Penerbitan visa jemaah dijadwalkan bergulir dari 28 Januari hingga batas akhir pada 9 Maret 2027, dibarengi dengan kewajiban pelatihan sertifikasi profesional bagi petugas. Gelombang pertama jemaah haji Indonesia sendiri diproyeksikan mulai mendarat di Arab Saudi pada 8 April 2027.
Percepatan yang disusun sistematis ini menjadi ujian pembuktian pertama bagi efektivitas kementerian baru dalam mengawal visi “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Keberhasilan tata kelola ini akan sangat bergantung pada realisasi inspeksi kemah bersama perusahaan penyedia layanan Arab Saudi yang dijadwalkan pada 27 April 2027 mendatang.