Arab Saudi Migrasi Total Pusat Data ke Cloud, Layanan Haji Dipercepat
Pemerintah Arab Saudi resmi menyelesaikan pemindahan 100 persen pusat data Kementerian Haji dan Umrah ke sistem komputasi awan. Transformasi ini diresmikan langsung oleh Menteri Haji Tawfiq Al-Rabiah demi memastikan efisiensi pelayanan bagi puluhan juta jemaah setiap tahun.
Peresmian migrasi menuju teknologi cloud ini menandai berakhirnya era infrastruktur konvensional, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru digitalisasi penyelenggaraan haji dan umrah. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, menegaskan bahwa kementerian kini memiliki fondasi sistem yang lebih fleksibel dan sigap dalam menghadapi lonjakan trafik operasional pada musim-musim ibadah berikutnya.
“Transformasi ini merupakan bagian dari implementasi Program Pengalaman Jemaah sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030 dalam membangun ekosistem layanan digital yang modern bagi para tamu Allah,” ungkap Al-Rabiah, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi kementerian.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, pusat data fisik mereka pertama kali dibangun pada tahun 2002. Setelah 24 tahun beroperasi sebagai tulang punggung layanan teknologi informasi, sistem tersebut kini sepenuhnya dipensiunkan. Lingkungan komputasi awan yang baru diyakini mampu menjamin kesinambungan operasional (zero downtime) dan meminimalisasi risiko peladen tumbang (server down).
Saat ini, sistem cloud kementerian secara langsung menopang aplikasi vital seperti portal elektronik haji, aplikasi Nusuk, hingga Nusuk Card. Tercatat, infrastruktur digital ini telah terhubung dengan lebih dari 70 lembaga domestik dan internasional, mengelola 51 juta pengguna aplikasi Nusuk, dan memfasilitasi 500 jenis layanan bagi 20 juta jemaah haji maupun umrah tiap tahunnya.
Bagi jemaah asal Indonesia—sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia—migrasi ini diproyeksikan akan mempermudah alur birokrasi. Stabilitas server diharapkan melancarkan proses krusial harian, seperti pendaftaran visa, alokasi penginapan, hingga reservasi jadwal kunjungan ke Raudah melalui aplikasi Nusuk tanpa hambatan koneksi.
Di samping modernisasi teknologi, persiapan teknis di lapangan untuk musim haji mendatang juga terus dikebut. Badan Urusan Haji dan Umrah Provinsi Makkah bersama Kantor Manajemen Proyek Program Pengalaman Jemaah baru saja merampungkan forum diskusi tiga hari. Mengantongi arahan Gubernur Makkah Pangeran Khalid bin Faisal, forum yang melibatkan perwakilan 60 instansi ini membedah evaluasi pelaksanaan haji tahun sebelumnya.
Di bawah supervisi Wakil Gubernur Makkah Pangeran Saud bin Mishaal, evaluasi lintas lembaga tersebut berfokus pada penyempurnaan rencana operasional dan penguatan langkah antisipatif. Melalui perpaduan infrastruktur digital mutakhir dan koordinasi ketat di lapangan, Pemerintah Arab Saudi menargetkan penyelenggaraan haji di masa depan berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman tanpa kendala teknis yang berarti.